Yang Terluka Menulislah

2
471
Foto: Vdyedy

Bambangtrim.com | Tak mampu kita menghindari luka batin. Namun, luka belum tentu menjadi derita. Semua bergantung pada cara pandang kita. Luka batin juga mengandung skala sampai pada titik mana ia dapat disembuhkan atau malah berbuah depresi.

Banyak luka batin di dalam hidup karena Allah memberi kita peluang untuk berpikir tentang siapa kita dan untuk apa kita hidup di dunia ini. Kita diberi derajat pemimpin sehingga dalam mengambil keputusan untuk hidup kita dan orang lain, kita pun selayaknya menggunakan akal budi.

Sejatinya luka akan terobati dengan doa dan menyandarkan hidup hanya kepada-Nya. Di sisi lain adalah ikhtiar untuk bangkit atau dalam bahasa populer saat ini disebut move-on. Ikhtiar memerlukan energi dan salah satunya dapat diperoleh melalui membaca dan menulis.

Anggap saja hidup seperti perjalanan kereta api pada relnya yang mengantarkan kita ke stasiun tujuan. Ada duka atau luka perpisahan dan ada suka pada pertemuan. Perjalanan adalah untuk berpisah dan bertemu.

Tuliskan semua luka kita maka itu akan menyembuhkan emosi. Tuliskan saja kisah kita, dalam bentuk apa pun maka kata-kata berfungsi menyembuhkan. Atau tuliskan saja hikmah tak harus kisah bahwa kita telah mendapatkan begitu banyak pelajaran dari keputusan-keputusan yang kita ambil dalam hidup ini.[]

SHARE

2 COMMENTS

  1. Alhamdulillah, saya sudah buktikan, sudah move on dari hati yang galau gara2 pisah dengan anak bungsu yang pergi melanjutkan studinya. Merasa sudah tidak ada lagi anak bersama seperti dulu ketika anak-anak masih kecil dan belum mandiri, serasa ada “kekosongan” hati. Sedih, galau, dan berbagai rasa tidak nyaman lainnya. Pengalaman itu saya tulis jadi buku. Maka, lahirlah buku tsrbaru saya yang berjudul HATI YANG SELESAI: Catatan Dari Melbourne. Dampaknya, dengan menuliskan pengalaman tsb, mampu melepaskan rasa yang mengganggu menjadi pembebasan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here