Proyek Buku: Teguh Hati Perjuangan Tokoh Kaltim dalam Pendidikan

12
782

Indonesia ini memang begitu luas. Sekarang ada 34 provinsi setelah Kaltara menjadi provinsi termuda di Indonesia. Apa yang menjadi beban tiap pemimpin dan masyarakat provinsi itu salah satunya memajukan pendidikan. Tanpa pendidikan yang baik, bahkan bermutu, tidak mungkin sebuah provinsi akan maju karena dukungan putra-putra daerahnya.

Kesadaran ini di Kaltim telah muncul ketika para tokoh dan masyarakat Kaltim mengkhawatirkan mutu lulusan SMA yang tidak mampu menembus PTN bergengsi di Tanah Air. Karena itu, atas inisiatif pemimpinnya (Guberna M. Ardans) dan beberapa tokoh masyarakat serta dukungan ormas maka dibuatlah tim untuk mendirikan sekolah unggul di Kaltim.

Singkat cerita SMAN 10 Samarinda terpilih sebagai pilot project pengunggulan yang pengelolaan sekolah berbentuk boarding school ini disinkronkan dengan Yayasan Melati Samarinda. Tepatnya kala itu tahun 1995 yang diresmikan langsung kampusnya oleh Mendikbud Wardiman kala itu. Hanya dalam tempo 10 tahun, SMA ini pun benar-benar menjadi SMA unggul hingga mampu mengantarkan lulusannya sebagian besar masuk ke PTN bergengsi, bahkan mendapatkan beasiswa di luar negeri.

Menarik sekali mengikuti sepak terjang dan jatuh bangun pendirian sekolah unggul ini yang melibatkan seluruh komponen masyarakat Kaltim. Sampai kemudian terjadi dinamika konflik antara yayasan dan pemprov Kaltim terkait urusan aset. Dinamika ini pun mengungkit kesadaran sejarah tentang visi dan misi didirikannya Yayasan Melati sebagai dasar gerakan memajukan pendidikan.

Sejarah pun sulit dipelintir bagaimana bisa sebuah sekolah negeri kemudian dikelola oleh swasta dan menjadi lebih baik. Nyatanya bisa dengan kebijakan yang dibuat oleh Mendikbud dan Gubernur kala itu, serta juga dukungan masyarakat  Kaltim sendiri. Yayasan Melati pun bukan dimiliki perseorangan, melainkan milik masyarakat Kaltim.

Perjuangan yang mengharu biru mewarnai sekolah dengan kampus megah di atas tanah seluas 12 hektare. Tanah itu adalah tanah negara yang hak pakainya dimiliki pemprov Kaltim, lalu dipinjamkan kepada Yayasan Melati.

Demi mengembalikan ingatan pada sejarah sesungguhnya maka dihadirkanlah buku Teguh Hati di Kampus Melati yang merupakan representasi pemikiran, ucapan, dan tindakan para pendiri serta pengelola Yayasan Melati mengawal pendidikan unggul di Kaltim. Saat ini Yayasan Melati tetap mengelola pendidikan swasta dari TK, SMP, SMA, dan SMK. Adapun tingkat SD masih diperjuangkan berdiri dan terhambat terkait konflik yang ada.

Bagaimana pun buku ini bisa menjadi pembelajaran bagi pemangku kepentingan di provinsi-provinsi lain terkait perjuangan memajukan pendidikan. Mendikbud Anies Baswedan sendiri telah menegaskan bahwa pemerintah tidak dapat sendirian mengurus pendidikan. Peran swasta atau masyarakat sangat diperlukan. Sebagai sebuah praktik baik, apa yang telah digagas dan dilakukan Yayasan Melati Samarinda patut dilanjutkan.

Saya membantu menuliskannya untuk Yayasan Melati Samarinda relatif dalam tempo empat bulan plus dengan penelusuruan data, fakta, dan wawancara. Ini salah satu buku yang saya tulis dengan bahagia.

11659502_10153422157166585_2123323380470388742_n 11666080_10153422156341585_3984852862267172090_n 11666306_10153422156991585_2462832497700720831_n

SHARE

12 COMMENTS

  1. Dear pak Bambang, Selamat ya pak atas karyanya yang sangat luar biasa ini dan terimakasih atas sharenya  ….Buat saya sangat berharga sekali karena sehari-hari memang bergelut dengan dunia anak dan edukasi.Baru baca pengantarnya saja sampai merinding Semoga suatu saat bisa membantu kami menulis tentang kebun raya ya ….. Best regards,-Melani- 

  2. Baik Pak Bambang. Ini alamat saya: Jl. Danau Maninjau IV No. 117 Depok II Timur 16417.
    Terima kasih banyak atas kebaikan pak Bambang. Semoga Allah SWT memberikan balasan yang berlipat, Aamiin

  3. Assalamu’alaikum pak Bambang, saya adalah guru SMAN 1 Way Tuba-Way Kanan-Lampung, boleh saya beli buku Teguh Hati di Kampus Melati? Berapa dan bagaimana caranya pak?

  4. Pak kalau mau beli buku sman 10 gimana ya pak…dan berapa harganya ?
    Terima kasih saya masih tahap pengumuman .
    Assalamualaikum…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here