Bagaimana Saya Membantu Seseorang Menulis Buku

2
567
Foto: Green Chameleon

Mungkin banyak yang salah sangka tentang jasa penulisan buku yang saya sediakan. Ada yang mengira bahwa DAPAT memesan sebuah buku dengan judul tertentu, lalu saya harus menuliskannya untuk mereka dari awal. Apakah benar saya DAPAT mengerjakan hal semacam ini?

BambangTrim.com | Wajar jika ada yang menyangka seperti itu karena kadang “iklim” akademis di Indonesia membuka peluang-peluang untuk berbuat “kecurangan” semacam itu. Ya, mencoba menghasilkan karya tulis, tetapi meminjam tangan orang lain.

Benar, saya memang menyediakan jasa ghost writing (penulisan bayangan) khusus hanya untuk buku-buku autobiografi, biografi, atau memoar ketika seseorang yang memiliki sejarah hidup luar biasa kesulitan menuangkan kisahnya ke dalam tulisan. Untuk itu, si empunya cerita adalah author atau orang yang memiliki gagasan dari kisah itu sehingga namanya pun muncul sebagai pengarang. Nama saya pun tersamar di dalamnya.

Jika tidak ada orang yang berprofesi sebagai ghost writer, tentu akan banyak kisah inspiratif orang-orang hebat tidak dapat dituliskan atau dibukukan dengan sangat “hidup”. Di Indonesia pun banyak yang memerlukan jasa ghost writing semacam ini.

Selain karya faksi (biografi, autobiografi, dan memoar) ada juga karya yang dapat saya lakukan ala ghost writing yaitu untuk buku-buku berisikan sejarah non-manusia dan juga buku-buku konsep dari seorang tokoh disebabkan tokoh tersebut sulit mengembangkannya. Sekali lagi ghost writer berperan membantu buku itu terwujud sebagai dokumentasi penting untuk ilmu pengetahuan.

Lalu, saya juga menyediakan jasa co-writing atau penulisan pendampingan dan nama saya akan tercantum sebagai penulis kedua atau penulis ketiga dari para pemilik gagasan sejati. Jadi, tugas saya sama dengan ghost writer yaitu membantu mengembangkan gagasan ke dalam tulisan yang lebih berdaya. Jasa co-writing tersedia untuk buku nonfiksi, seperti buku bisnis, buku kiat, dan buku edukasi (yang bukan text book).

Hanya Bermodal Ide

Apakah dapat seseorang yang hanya bermodal ide, lalu meminta bantuan saya untuk menuliskannya? Tentu kalau itu ide mentah, masih ada hal yang perlu dikerjakan dan saya tidak menempatkan diri sebagai orang yang bekerja membangun dari awal–karena jelas itu bukan karya saya sepenuhnya. Ide seseorang harus diturunkan menjadi topik dan sub-subtopik yang membentuk sebuah outline buku tahapan secara utuh.

Ide itu pun harus didukung oleh sumber-sumber tepercaya dan syukur-syukur merupakan hasil riset. Alhasil, tetap buku itu gagasan orisinalnya milik si empunya ide. Sekali lagi, saya hanya membantu menuliskannya dan menata sumber-sumber menjadi logis. Jadi, saya tidak menerima pekerjaan mentah dari perseorangan untuk menuliskan idenya yang hanya berwujud tema atau topik. Lalu, penulisan dan riset sepenuhnya diserahkan kepada saya. Selain tidak etis secara akademis, penulisan buku seperti ini juga membohongi publik pembaca hanya demi meningkatnya merek (jenama) diri untuk kepentingan tertentu.

Perlu Tatap Muka

Setiap klien yang saya tangani memang harus bertatap muka dengan saya agar saya mampu mengalibrasi pikiran, perasaan, dan gagasan klien saya tentang bukunya. Bahkan, dengan coaching, klien saya pun akan mampu dituntun mengembangkan outline bukunya. Syaratnya hanya satu, sang klien haruslah benar-benar menguasai topik yang sedang digagasnya.

Apakah saya dapat membantu menuliskan walaupun itu bukan bidang ilmu yang saya kuasai? Pada dasarnya teknik menulis dapat dikembangkan untuk bidang apa pun. Karena itu, dengan pengalaman dua puluh tahun lebih dan mengerjakan ratusan judul buku, saya sedikit banyak mampu beradaptasi dengan beberapa bidang ilmu/kajian untuk membantu penulisannya.

Namun, satu hal yang perlu saya tekankan: saya tidak mampu atau tidak mau mengerjakan (menulis) buku dari nol atas nama klien saya dengan ide dari saya sepenuhnya. Karena itu, jika ada yang menanyakan apakah saya dapat membantunya menerbitkan buku, saya akan bertanya terlebih dahulu apakah naskahnya sudah ada atau konsep naskahnya sudah ada berikut bahan-bahan? Jika belum, hal ini menjadi sinyal bagi saya untuk menelusuri kebutuhan klien saya. Ya tadi, jangan-jangan ia menyangka saya mampu membuatkannya buku atas namanya tanpa ia berpikir sama sekali.

***

Beberapa waktu lalu ada seseorang yang mengundang saya untuk menjadi teman BBM-nya. Lalu, saya menerima broadcast message layanan penulisan yang dibukanya, termasuk layanan penulisan skripsi-tesis-disertasi. Saya pun coba bertanya dan menegur apakah layanannya tersebut tidak melanggar etika akademis? Ia tidak menjawab, tetapi malah kontak saya dihapusnya. 🙂

Mengapa saya menuliskan hal ini karena saya memegang teguh nilai-nilai untuk berkarya. Tanpa hal itu, saya akan berkarya tanpa arah, apalagi semata-mata demi uang. Sepanjang nilai-nilai yang dipegang teguh klien sama dengan saya, berarti kita akan klop bekerja sama.[]

SHARE

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here