Lima Kiat Membangun Lumbung Ide

9
893

Ide adalah sebuah penemuan, bukan pencarian.

Ya, ide memang sesuatu yang unik ibarat jelangkung: datang tidak diundang, pulang tidak diantar. Ide bisa tiba-tiba datang dan tiba-tiba pula menghilang sehingga membuat kita kerap gelagapan karena lupa mengikatnya.

Beda penulis produktif dan tidak produktif tentu saja tampak dari produksi idenya menjadi tulisan. Begitu pula beda penulis kreatif dan penulis tidak kreatif juga dapat dilihat dari kualitas ide yang dihasilkan. Karena itu, dalam dunia penerbitan ada adagium seperti ini:

Ide baik di tangan penulis yang buruk, tetap akan terlihat baik. Ide buruk di tangan penulis yang baik, tetap akan terlihat buruk.

Contohnya, bisa saja suatu kali kita membaca tulisan seorang penulis favorit, tetapi sangat buruk dalam penyajian idenya. Ya, mungkin dia sudah kehabisan ide-ide bagus.

Sumber: www.catemontana.com
Sumber: www.catemontana.com

Ide yang Bertumbuh dan Berkembang

Nah, ide itu ternyata bertumbuh dan berkembang di tangan para penulis kreatif. Jadi, ada IDE UTAMA yang saya sebut sebagai ide konten tulisan–biasa diterjemahkan ke dalam topik serta judul. Lalu, ada IDE TURUNAN yaitu ide penyajian dan pengemasan tulisan. Di sinilah sebuah gaya menjadi teramat penting.

Paling gampang saya contohkan buku lawas best seller karya Robert T. Kiyosaki berjudul Rich Dad Poor Dad. Idenya bukan hal baru yaitu ilmu dan kiat menjadi orang kaya. Namun, penyajian dan pengemasannya yang berbeda karena Kiyosaki menulis buku bisnis seperti sebuah novel yang berkisah tentang ayah kandungnya yang miskin dan ayah angkatnya yang kaya–di luar masalah kebenaran kisah ini yang pernah diperdebatkan.

Lima Kiat Membangun Lumbung Ide

Tentu yang paling penting kita lakukan pertama adalah mengumpulkan sebanyak mungkin IDE UTAMA dan menciptakan lumbung di folder-folder komputer kita. Ada banyak cara untuk menghasilkan ide atau tepatnya bersua dengan ide. Saya hanya menyajikan lima cara.

Banyak Membaca. Tiga hal yang mendorong Anda akan banyak membaca adalah berkunjung ke toko buku, berkunjung ke perpustakaan, dan membeli/meminjam buku untuk dibaca di rumah. Tentu Anda harus membaca sesuatu yang menarik minat Anda, apa pun bidangnya. Lalu, saat membaca, siapkanlah catatan kecil untuk mengikat ide-ide yang berseliweran. Pada prinsipnya memang Anda tidak harus membaca buku untuk bersua ide, sebuah brosur tempat wisata pun bisa memantik ide Anda jika Anda meluangkan waktu untuk membacanya. Atau sebut saja daftar harga sepeda motor keluaran merek tertentu bisa memantik ide Anda untuk menulis tentang sepeda motor. Jadilah tulisan berjudul “Balada Sepeda Motor”. Nah, apakah tulisan itu menjadi cerpen, feature, atau esai, terserah pada Anda.

Banyak Berjalan. Jangan terlalu sering terkungkung di rumah, sekali-sekali atau banyak sekali keluarlah dan kunjungi tempat-tempat yang bisa menstimulus ide Anda. Keluar dari rumah Anda dan pandangilah rumah Anda atau pandangilah rumah-rumah tetangga Anda, adakah hal aneh yang Anda lihat. Jadi, berjalan di sini tidak harus Anda plesiran ke tempat wisata. Berjalan itu bisa ke pasar tradisional, ke mall, ke sekolah anak, ke kantor pos, ke rumah sakit, dan banyak tempat lain yang bisa memantik ide Anda. Sekali lagi, jadikan gadget Anda itu lumbung ide. Tiga hal yang bisa Anda lakukan dengan gadget Anda adala foto, rekam (suara Anda), atau catat apa yang Anda lihat dan Anda rasakan tentang suatu tempat/suasana.

Banyak Bersilaturahmi. Bertemu banyak orang atau sengaja mengunjungi orang tertentu? Nah, ini salah satu jalan untuk menstimulus ide muncul. Ngobrol dan diskusi itu bisa memantik banyak ide. Kalau saya malah lain, bertemu dengan banyak orang, malah saya yang sering memberi ide ke orang itu, hehehe. Sekali lagi, gunakan senjata mustika “gadget” Anda.

Banyak Mengamati Media. Baca koran, baca berita online, baca majalah, atau baca lintasan tulisan di media sosial, itu juga bisa membuat Anda bersua dengan ide. Jadi, sekali-sekali memang perlu menjadi pengamat dan biarkan ide berseliweran di depan mata Anda untuk segera digarap. Nah, ini rahasia, kerjaan para editor akuisisi. Kerjaan mereka apalagi salah satunya kalau bukan nongkrongi media sosial dan ngintip-ngintip blog/website orang. Mereka lagi mencari penulis yang disebut bertalenta.

Banyak Menulis. Lho kok? Ya benar orang yang makin banyak menulis maka pikirannya akan terstimulus menemukan ide-ide lain. Jadi, ide itu bisa bercabang. Bagi penulis yang tidak biasa, ia malah menjadi bingung ketika bersua banyak ide sehingga tulisannya yang satu tidak selesai-selesai. Mengapa? Karena ia ingin melesakkan beberapa ide ke dalam satu tulisan. Jadinya, pastilah bingung sendiri. Jadi, semakin sering menulis, semakin sering kita bersua ide tidak terduga. Tidak percaya, ya coba aja.

***

Ya, gitu deh lima kiat membangun lumbung ide di folder komputer atau tablet Anda yang sewaktu-waktu dapat Anda eksekusi menjadi tulisan yang bergigi, sekaligus bergizi. Semoga bermanfaat.

©2014 oleh Bambang Trim, Tukang Buku Keliling

SHARE

9 COMMENTS

  1. Dear pak Bambang Trim ….

    Terimakasih atas artikelnya, smoga motivasi yang bapak bagikan menjadi bara semangat saya untuk berkarya. InsyaAllah ilmu yang bapak bagikan saat inhouse training dulu sangat bermanfaat. Dan akhirnya menelurkan 2 buku. Sekali lagi makasih banyak ya pak

    Salam, -Melani-

    • Salam, Bu Melani.
      Terima kasih atas kunjungannya ke web ini. Alhamdulillah sudah terbit dua buku, semoga makin produktif. Kalau boleh tahu apa judul bukunya Bu.
      Semoga sukses terus berlanjut.

  2. Menarik sekali..
    Saya setuju dengan semua isi artikel Bapak.

    Apalagi dengan pernyataan ” Kalau saya malah lain, bertemu dengan banyak orang, malah saya yang sering memberi ide ke orang itu, hehehe. ”

    Saya sudah buktikan sendiri. 🙂

  3. Pak Bambang memang ruarrr biasa… Saya membagi sumber ide menjadi sumber ekstern (barang yang terlihat, bau yang tercium, suara yang terdengar, permukaan yang teraba, dan citra yang terasa), serta sumber intern (bakat, minat, hobby, kemampuan, pengetahuan. Semua sumber ide tersebut cukup menginspirasi buku-buku saya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here