Sebuah Perjalanan, Sebuah Kisah, Sebuah Tulisan

1
500

Laporan BMKG menyatakan Jakarta bakal diguyur hujan hari ini 26/01, namun perjalanan saya ke ibukota harus tetap dinikmati seiring janji mengisi acara Sabtu penghujung Januari 2013 ini. Bagi saya sebuah perjalanan dan sebuah pertemuan adalah cara untuk menstimulus ide. Ide bukanlah pencarian, melainkan sebuah penemuan dan pertemuan.

Banyak baca, banyak jalan, dan banyak silaturahim adalah cara bersua ide, lalu menjadi bahan mentah tulisan untuk kemudian dimatangkan dengan pengalaman diri sendiri, pengalaman orang lain, dan pengetahuan berikut wawasan kita tentang ide tersebut.

BT

Sering dalam perjalanan saya mendapatkan kisah tentang saya dan tentang orang lain. Dua minggu lalu saya juga berada di Jakata dan menikmati suasana mencekam kala dikepung banjir di daerah Cikini. Malamnya kemudian agak cerah dan saya memutuskan nongkrong di depan TIM menikmati nasi goreng. Namun, tiba-tiba terdengar gelegar guntur dan hujan pun turun melebat, tertahanlah saya bersama seorang tukang nasi goreng dan seorang tukang sate padang. Kami cuma berteduh di tenda kecil yang menyatu dengan gerobak nasgor. Untuk mengusir sepi, kami pun terlibat pembicaraan tentang omzet, satpol pp, para pejabat yang dulu senang makan di pinggir jalan sebelum jadi pejabat, dan tentang pernikahan sang tukang nasgor yang gagal. Saya menjadi pendengar yang baik sambil sekali-sekali menimpali. Ocehan sang tukang nasgor masuk ke dalam alam pikiran saya dan bertemulah ide-ide itu.

Ibarat seorang atlet profesional, tiada hari tanpa berlatih. Demikianlah jika dulu pelampiasan kisah dan pengalaman kita pada buku catatan harian (diari), kini dipermudah dengan blog dan social media. Di kamar hotel, saya langsung menyalakan laptop dan mulai menulis perjumpaan-perjumpaan saya dengan ide. Subuh hari selepas shalat, saya sudah mulai untuk menulis lagi dan mengumpulkan memori tentang sebuah perjalanan serta sebuah kisah maka menjadilah sebuah tulisan.

Hari ini saya akan memulai perjalanan pendek ke Jakarta dengan tujuan tempat favorit saya mengalibrasi ide yaitu di Gramedia Matraman. Insya Allah saya dipertemukan dengan Gilang Ramadhan, putra Bapak Ramadhan KH, sang maestro biograf Indonesia. Saya pun akan bertemu dengan Bapak Djadjat Sudradjat, anggota Dewan Redaksi Media Group. Di sana yang jadi bintang adalah Bapak Zulfikar Fuad, penulis buku The Secret of Biography yang juga kini berkarier sebagai penulis biografi/autobiografi. Ada lagi Mas R. Masri Sareb Putra, penulis dan editor berpengalaman yang akan menjadi moderator. Akan terbentuklah sebuah kisah tentang bedah buku yang insya Allah reportasenya akan saya siapkan di blog ini. Pada acara ini juga akan diserahkan hadiah untuk pemenang resensi buku The Secret of Biography yang akan diserahkan Penerbit Indeks dan Akademia.

Hari ini saya menjadi salah seorang pembahas buku tentang bagaimana membukukan kisah sendiri (autobiografi) atau kisah orang lain (biografi) yaitu The Secret of Biography. Percayalah bahwa hidup kita memang dipenuhi dengan perjalanan dan kisah. Sudah menjadi kelaziman massal tak banyak orang yang menuliskannya. Sahabat saya Tasaro GK akan meluncurkan autobiografinya berjudul Sewindu tentang sepenggal perjalanan hidupnya. Tasaro GK memang belum renta dan masih muda energik, tetapi ia telah menginvestasikan perjalanan dan pengalamannya dalam sebentuk buku kisah. Saya sendiri tengah menyiapkan sebuah novel remaja berjudul Jump! yang dikais dari sepenggal kisah hidup saya semasa remaja era 80-an. Saya ingin diluncurkan nanti pada saat ultah saya ke-41, 29 Juni–ultah yang sama dengan Ahok, wagub DKI (meski tidak ada hubungannya).

Lebih dari sepuluh tahun lalu, saya sempat membantu menuliskan autobiografi seorang jenderal, dokter yang pernah menjabat sebagai direktur RSCM. Pengalaman pertama menuliskan kisah seseorang yang juga menjadi pengalaman dramatik bagi saya. Beliau begitu bersemangat menyelesaikan bukunya. Sebelum buku terbit, beliau bersiap menjalani operasi jantung by pass. Alhamdulillah, buku bisa dikejar pencetakannya dan menurut keluarga buku itu sempat diperlihatkan hingga beliau menyunggingkan senyumnya. Saya menerima kabar mengejutkan karena operasi jantung beliau gagal. Autobiografinya itu pun dibagikan ketika pelayat datang ke rumah duka. Autobiografi yang berkisah tentang pengalamannya memajukan RSCM. Sebuah kisah dan sebuah memori yang membekas karena dibukukan.

Maka nikmatilah perjalanan hidup kita, jalani kisahnya, dan tuliskanlah untuk sebuah kata bernama kenangan dan untuk sebuah kata bernama pengetahuan. Selamat menikmati hari ini, akhir pekan yang semoga membahagiakan.[]

SHARE

1 COMMENT

  1. wah betul juga ya pak.. saya jadi mau nulis perjalanan hidup saya pribadi niy *hihi
    selama ini nyeritain ke suami aja..
    trus mungkin dia BT nyuruh saya ngebukuin aja..dari pada ngebukuin kisah orang… haha..

    =azti

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here